Pernah mendengar kisah Nabi Musa dan
bala tentara fir’aun ?
Orang – orang beriman yang yakin
pertolongan Allah, ia tidak akan pernah berharap dan ia tidak akan menunggu
dengan kepasrahan untuk menantikan bagaimana Allah menyelesaikan masalahnya
sesuai yang diinginkannya.
Cerita Nabi Musa merupakan contoh
dari suatu peristiwa, yang kala itu Nabi Musa dan kaum Bani Israil meninggalkan
mesir untuk menyelamatkan diri dari kekejaman fir’aun, fir’au dan pasukannya
berkeinginan untuk membrangus bumi hanguskan Nabi Musa dan Bani Israil yang ada,
terus berlari sampailah kepinggir laut, mungkin sebagian dari kita akan merasa
terpojokkan merasa ketakutan dan hilang harapan tetapi mungkin hal itu hanya
dirasai jika kita yang memiliki iman yang lemah, tetapi dalam kisahnya Nabi
Musa berbeda, beliau berkata yang di firmankan didalam Al-Quran
[Asy-Syura :
62] “Sesungguhnya, tuhanku besertaku, kelak dia akan memberikan petunjuk
kepadaku”.
Demikian Nabi Musa menunjukan keimanannya kepada Allah, bahwa ia
yakin Allah akan menolong orang – orang yang beriman atas-Nya.
Kemudian dengan ikhtiar dan penuh
keyakinan, tongkat Nabi Musa dihentakkan pada pada lautan tersebut dan seketikan
lautan tersingkap terbelah menjadi dataran hingga ujung dari lautan tersebut,
lantas Nabi Musa dan kaumnya bergegas melintasinya sampai ke ujung daratan
lautan di ujungnya, kemudian fir’aun dan
bala tentaranya mengikuti dalam pengejarannya, kemudian Allah mengazabnya
dengan menutup lautan tersebut menenggelagamkan dan memusnahkan fir’aun dan
bala tentarannya di tengah lautan tersebut.
Oleh karenanya dalam menyikapi hal
tersebut, pada saat kita menyakini dengan iman dengan segala pertolongan Allah
itu ada nyatanya, dan Allah itu dekat selalu membersamai kita, maka tenanglah
Allah pasti bersama orang orang yang bertawqa atas-Nya.
Didalam Al-quran juga difirmankan :
[Q:S : Muhammad 07] “ Hai orang – orang yang beriman, jika kamu menolong
agama Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”
Sehingga orang – orang yang beriman
dan dekat dengan Allah, yang menjadikan Allah sebagai pelindung, yang
menjadikan Allah sebagai penyandarnya, yakin dengan seyakin – seyakinnya bahwa
Allah akan menolong kita yang bertaat ikhlas kepadannya, dan kita juga mengerti
dan berusaha untuk menebar kebaikan akan diberikan perlindungan dan pertolongan
terhadap kita.
“ Berdekaplah dengan segala
cinta untuk menuai rasa cinta dari cinta-Nya “
Kuncinya ketaatan adalah nilai yang
akan menggantikan keburukan - keburukan yang pernah kita Kerjakan, dengan
menanamkan niat terbaik dalam mengarungi nilai kehidupan untuk selalu bertaat
serta ketenangan hati kita saat bertaat dengan baik karena Allah ada untuk kita
yang bertaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar