KUAT MENJERAT

kokohnya sekuat tekad
memberi rasa menguat menjerat

Selasa, 16 April 2019

# Bersapa Sopan



Keindahan yang tercermin dalam lelaku sikap
Menjadi benerang saat keindahannya dapat terasakan
Yang terwujud dengan anggunnya dalam segala akhlak
Mengindah dalam laku gerak sesuai dengan dalam tapaknya

Lelakunya hadir disetiap hati yang mengindahi
Tercermin dari yang mengindah dalam menatapaki
Bersama dengan ridho yang diingini
Mengarti dalam setiap langkahnya nanti

Sapaan yang sopan dan perangainya yang santun
Menjadi wajihah cermin dari dalam hati
Mengindah dalam membersamai
Selalu menghadir dari dalam hati


# Sopan




Salah satu wujud keindahan akhlaq yang terpancar baik dari keimanan dan taqwa kita yaitu berbuah perilaku yang baik, nilai itu terpancar salah satunya berupa laku sopan dan santun dalam keseharian.

Sopan yang muncul dari kemuliaan akhlaq, merupakan satu dari sebuah tanda yang tercermin dari kedalaman pemahaman agama seseorang.

Coba rasakan, apa yang terasa jika suatu saat kita berjumpa dengan seseorang yang sopan sikapnya, seseorang baik lakunya dan seseorang yang baik tutur katanya? Pastinya akan selalu mencuri perhatian hati kita, dan Bahkan kitapun akan dibuat sopan dengan kesopanan orang yang menyapa kita, ia bukan ?

Karena kesopanan sikap menentukan nilai dari diri kita, yang mana semakin tinggi nilai kesopanan, berbanding juga akan semakin tinggi derajad kita saat dipandang orang lain dimata mereka dan bahkan dipandangan sang Khaliq kita. 

Namun akan juga sebaliknya, jika sikap akhlaq kita buruk dalam kesehariannya maka nilai rendah yang akan tervonis dalam diri kita dipandangan orang lain dan bahkan dipandangan oleh sang pencipta.

Karenanya, sikap akhlak yang bernama sopan ini merupakan sebuah cerminan dalam diri kita, cerminan yang ada pada disetiap rasa dada kita, cerminan yang terdapat dalam segala kenikmatan iman kita, yang juga akan menjadi nilai dalam diri kita dalam wujud  baik dan buruknya.

Sekarang, seberapa baik tingkatan sopan kita?
Sopan kita terhadap kedua orang tua kita?
Sopan kita terhadap orang yang lebih tua dengan kita ?
Sopan kita terhadap orang yang lebih muda dengan kita?
Sopan kita terhadap guru - guru, kerabat –kerabat, dan teman - teman kita?
Bahkan sopan kita terhadap pegemis, pemulung, pengamen dan kepada orang – orang  yang ternilai lebih rendah dari pada kita ?
Sudah sopankah kita?



Dalam hal ini apalah artinya ilmu agama yang luas, gelar yang panjang, kedudukan jabatan yang tinggi, kalau sikap sopanpun jauh dari nilai dalam diri kita. Maka tak akan terhina dengan ketidak sopanan sikap orang lain, tetapi kita akan menjadi sangat terhina kalau diri kita tidak memiliki sikap sopan kepada yang lainya.
  
“ Pilihlah sikap terbaik kita yaitu bertindak dan berbuat dengan penuh kesopanan “

Oleh karena itu, mari kita kendalikan sikap kita saat menyuruh, meminta tolong, menegur, mempersilahkan bahkan menolak sesuatu. Berikanlah nilai sopan yang baik yang mencerminkan akhlak yang baik dan juga bukti keimanan dan ketaqwaan kita.

mari kita mencoba menerapkannya :D





Sabtu, 06 April 2019

# Kedamaian hati


Sang raja yang ada didalam diri
Pengendali akan semua rasa yang diingini
Yang semestinya ia juga mengerti
Saat ia memiliki maha raja dijagad ini

Hati,
Yang hadirnya tak juga kasat dimata
Tetapi rasa yang bisa mengartikannya
Kendati ia mengenal Rabb pemilik semesta
Pastinya ia kan baik untuk selamanya

Hati,
Dalam segala tingkahnya
Kan menjadi penanggung jawab nantinya
Karena wujud iman dan taqwa yaitu darinya
Alangkah indahnya jika ia mengenal Rabb maha diraja

# Berbincang Hati



Hati, ibarat seorang raja yang mengatur dan memiliki bala tentara. Ia memberi perintah dan berbuat sesukan kehendanya, semuanya dibawah kekusaaanya. Mereka akan lurus pun menyeleweng itu karena mengikuti keinginanya, baik yang diperitahkan maupun yang dilarangnya.

Hati ibarat raja bagi jasad, sementara jasad ibarat bala tentaranya, yang ia akan siap sedia melaksanakan wujud perintah dan menerima petunjuk setiap saatnya. Setiap amalnya yang lurus bersumber dari hati yang merupakan niat dari sang raja, serta hati bertanggung jawab penuh atas segala bentuk laku dari sang jasad. Karena disetiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.

Rasulullah  bersabda : “Ketahuilah, bahwa didalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati ”

Oleh karena itu, memperbaiki dan meluruskan hati merupakan tugas pertama yang diemban orang-orang yang menapaki jalan kebenaran kepada-Nya. Sementara memperiksa penyakit dan mengobatinya ialah tindakan yang paling penting yang harus dilakukan dalam setiap langkahnya.
Dalam pembagian hati, ada yang namanya hati yang sehat, yang didalamnya terdapat Rabb dalam hatinya, untuk menapak, berjalan didunia dan nantinya berjalan dan menapak di akhirat-Nya. sehingga kita kan selamat dari penghambaan selain-Nya, karena ia mengetahui bahwa penghambaan sejati untuk Allah atas dasar keinginan, cinta, pasrah, penyerahan diri, takut, dan mengharap rahmat dan ridho-Nya.

Kemudian hati yang sakit, yang didalamnya terdapat hati, tetapi ia terjangkit dan berpenyakit. Terkadang hatinya condong pada kebaikan, namun terkadang berat pada kemaksiatan. Didalamnya ada cinta, iman, ikhas, tawakah kepada-Nya. Tetapi dilain sisi ia memiliki sifat iri, ujub, hasad, sombang yang menjangkiti bersemayam dalam dirinya.


Kemudian hati yang mati, yang didalamnya tiada kehidupan. Ia tidak mengetahui sama sekali Rabb - Nya, dan ia akan berjalan sesuai dengan syahwatnya. Intinya nafsu menjadi pemimbingnya dalam hidup tanpa ia menganal dan mau mengenal Rabbnya, sungguh akan celaka dengan kehidupannya.

 “wujud tapak jalan meraih kebahagiaan ialah dengan memperhatikan, memperbaiki, dan mengobati penyakit-penyakit hati hingga ia benar dan selalu menaati-Nya. Karena orang yang beruntung ialah orang yang mendapatkan pertolongan-Nya, dan orang yang hina ialah orang yang terhalang dari pertolongan dan petunjuk-Nya ”.





Lantas dimana posisi hati kita ?
Tanyakan pada hati kita :D