Siapa manusia yang menjadi favoritmu?
Siapa manusia yang paling dicintaimu ?
Siapa manusia yang paling dikagumimu ?
Tentunya setiap kita akan memiliki
orang-orang yang menjadi favorit dalam hidup, menjadi kiblat dalam setiap
tingkahnya, menjadi panutan cara hidupnya, menjadi acuan akhlak dan sopa
santunnya.
Lalu siapa the real idol kita ?
Adakah Rasulullah kita tercinta
sebagai tokoh favorit kita? sayang sekali kalau tidak.
Karena mengidolakan, menfavoritkannya
merupakan kuwajiban untuk kita, dan juga menfollow (mengikuti) segala bentuk
kesemuannya yang wajib diteladani adala bukti ngefansnya kita dengannya.
Rasulullah SAW, diutus untuk menebar
risalah keislaman dan sekaligus sebagai rahmatan lilalamiin (rahmat bagi
seluruh alam) yang terdapat di dalam diri beliau penuh dengan nilai-nilai kebaikan dan contoh teladan
utama.
Bahkan coba bayangkan, sejak muda saat belum diangkat menjadi
rasulullah, semua orang qurais menjuluki beliau sebagai “Al-amin” beliau
manusia yang paling jujur dan sangat dapat dipercaya.
Dikuatkan juga oleh firman Allah [QS : Al-
Ahzab – 21]
“ Demi sesungguhnya, adalah
bagi kamu pada diri rasulullah itu contoh ikutan baik, yaitu bagi orang yang
senantiasa mengharapkan (keridhoan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat ”
Kehidupan dan pribadi beliau yang
baik itu dijadikan Allah sebagai pola kehidupan yang harus ditiru oleh setiap manusia.
Karenanya, keseluruhan perilaku hidup beliau merupakan contoh teladan bagi umat
manusia. Dan Rasulullah dihadirkan perantara Allah untuk menurunkan Al-quran
untuk disebarkan diseluruh dunia dan ar-risalah sebagai penuntun manusia menuju
jalan yang lurus yang bernilai mulai yang diridhoi Allah.
Yang kehidupannya
merupakan wujud citra paling tinggi dalam seluruh aspek kehidupan manusia,
tutur kata bahasanya yang merupakan puncak segala budi bahasa, yang risalahnya
adalah ujung sega cita-cita yang mulia (Syurga Allah) untuk diraihnya.
Untuk itu, kita sebagai penge like
serta pe follow setia beliau, wajib untuk meniru dan melakukannya dikehidupan
sehari-hari hingga kita menjadi insan kamil.
Dan bagi siapa yang tidak ingin
meniru pribadi mulia tersebut, jangan pernah sekalipun berhadap memeroleh
kebahagiaan.
jadi, masih mikir – mikir tak
menfavoritkan beliau ?