Sekilah
terbersit dalam renungan diri mengapa kita hadir didunia ini? Dengan sifat,
warna, rupa yang juga berbeda – beda? Allah menciptakan kita sebagai penghuni
serta pelaku dalam berhidup dan memakna dalam hidup, yang secara hakikatnya menginginkan
kita menjadi “kholifah” yang ingin dihadirkan untuk mengisi dan menghiasai
dunia yang telah ditetepkannya.
Kemudian
untuk apa kita berhidup? Yang selayaknya takdir sudah teriringi saat kita
tercipta 40 hari pada rahim orang tua kita, terlahir dan tumbuh dengan jalan
takdirnya masing – masing, yang memang secara kodrat telah ditetapkan-Nya.
Dan
apa tujuan dalam berhidup? Yang semestinya saat kita mengerti dalam segala
bentuk rasa yang diciptakkanNya, dalam segala bentuk cinta yang terbuai indah mesra
dalam setiap hadirNya, kita hadir didunia bermakna sebagai persinggahan
sementara yang nantinya akan menempuh perjalanan panjang dan tempat kekal
sekekal – kekalnya dan seburuk atau sebaik – baiknya, terlihat bagaimana kita
dalam memakna dalam hidup. Saat kita mengerti dan memahami itu semua, maka
dalam setiap laku kita akan kita jaga, dalam setiap mulut kita akan kita jaga,
dan setiap fikir kita akan selalu kita jaga, yang nantinya akan mempesona dan
dipandang sempuna oleh-Nya.
Untuk
itu, kita yang telah dihadirkan didalam dunia ini yang kemudian mengerti
hakikat dalam makna hidup yang diberikan oleh kita, maka akan sewajarnya jika
wajib bagi kita untuk selalu taat, patuh dan juga berserah pada-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar