Pernahkan kita merasa dekapan
mesra penuh kasih sayang, kecupan lembut penuh cinta, menimang penuh mesra, bersahaja
tanpa pamrih yang diberikan terbaik untuk kita.
Pernah kita merasakan kasih sayang
yang tiada taranya, mendekap saat rasa dingin menyengat, meneduhkan saat hujan
dan panas menyapa. Sampai kapanpu kita pasti merasakan kasih sayang dari sang
bijaksana yang begitu sangat luar biasa besarnya.
Coba lihat, anak - anak yang dididik
dan dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang serta patokan agama yang
menguatkannya, maka akan terhadirkan ia sebagai anak yang sholeh / pun
sholehah, berakhlak, beradab serta cerdas dalam fikir dan jiwa, dan coba kita
lihat sebaliknya, jika anak-anak yang dididik dan dibesarkan tak ada rasa kasih
sayang dan bahkan naungan agama juga tak diberikannya, maka ia akan menjadi
anak yang lalai dan juga berhati keras adanya.
Sang bijaksana yang memiliki rasa
kasih sayang kepada anaknya tentunya menjadi seorang teladan dalam keluarga
yang menghadirkan suasana indah dalam dada selaras dengan cinta dan agama
Sang bijaksana yang memiliki rasa
kasih sayang kepada anaknya tentunya akan membentuk nilai akhlak yang baik
dalam didikan perilaku nya
Kita sebagai anak yang dibesarkan
dengan rasa kasih sayang, cinta dan agama, tentunya akan merasai keindahan itu
semua, lembut dalam menegur, sopan dalam berkata, indah dalam bertingkah. dan
nantinya kita kelak juga menjadi orang tua kan menjadikan cinta dan kasih
sayang tercipta dalam keluarga dengan kokohnya agama didalamnya.
Nabi muhammad bersabda :
“ orang - orang yang berkasih
sayang memperoleh kasih sayang Allah SWT. Sayangilah yang ada dibumi maka
kalian pasti memperoleh kasih sayang dari yang dilangit. Kekerabatan yang erat
kaitanya dengan kata rohmat (belas kasih) yang berasal dari Allah. Barang siapa
,menajaga hubungan kekerabatan ia akan dijaga hubungannya dengan Allah, dan
barang siapa yang memtuskan hubungan kekerabatan, ia akan diputuskan hubungan
dengan Allah ”
Sang bijaksana yang sekarang menghadir tentunya menjadi
anugrah terindah yang kini kita miliki, berbaiklah, bertaatlah saat segala yang
dididiknya bernilai kebaikan dunia dan akhirat untuk kita. Contohlah, ikutilah,
baktilah, taatilah kepada beliau sang bijaksana (kedua orang tua) kita.
# Cinta
Kasih tanpa batas
Ibu,
Ibu engkau begitu berharganya bagi diri
Cinta yang terhampar
luas engkau telah berikan kepada diri
Engkau mengandung diri dengan sabarnya
Engkau lahirkan dan besarkan diri dengan kasih sayang
seutuhnya
Bapak,
Engkau beri pelajaran hidup seorang laki laki
Engkau ajarkan disiplin diri dalam menyikapi hidup
ini
Engkau pun juga sangat mencintaiku dengan sepenuh
hati
Diri ingat betul senyummu (orang tuaku) dalam
bersabar saat diri sering salah
Diri ingat selalu rasa cinta kasih mu (orang tuaku)
yang besar diberikan kepada diri
Diri berjanji,
Untuk membahagiakanmu (orang tuaku)
Diri kan memperbaiki diri untuk menjadikan setiap amal
diri yang diri lakukan sebagai juga amal - amalmu (orang tuaku)
Setiap diri membaca Al-Quran dan setiap aqlak amal
akan diri persembahkan kepada engkau (orang tuaku)
Dan yakinlah, sungguh diri ini mencintai mu (orang
tuaku)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar