KUAT MENJERAT

kokohnya sekuat tekad
memberi rasa menguat menjerat

Minggu, 24 Februari 2019

# Memakna hidup



Sekilah terbersit dalam renungan diri mengapa kita hadir didunia ini? Dengan sifat, warna, rupa yang juga berbeda – beda? Allah menciptakan kita sebagai penghuni serta pelaku dalam berhidup dan memakna dalam hidup, yang secara hakikatnya menginginkan kita menjadi “kholifah” yang ingin dihadirkan untuk mengisi dan menghiasai dunia yang telah ditetepkannya.

Kemudian untuk apa kita berhidup? Yang selayaknya takdir sudah teriringi saat kita tercipta 40 hari pada rahim orang tua kita, terlahir dan tumbuh dengan jalan takdirnya masing – masing, yang memang secara kodrat telah ditetapkan-Nya.

Dan apa tujuan dalam berhidup? Yang semestinya saat kita mengerti dalam segala bentuk rasa yang diciptakkanNya, dalam segala bentuk cinta yang terbuai indah mesra dalam setiap hadirNya, kita hadir didunia bermakna sebagai persinggahan sementara yang nantinya akan menempuh perjalanan panjang dan tempat kekal sekekal – kekalnya dan seburuk atau sebaik – baiknya, terlihat bagaimana kita dalam memakna dalam hidup. Saat kita mengerti dan memahami itu semua, maka dalam setiap laku kita akan kita jaga, dalam setiap mulut kita akan kita jaga, dan setiap fikir kita akan selalu kita jaga, yang nantinya akan mempesona dan dipandang sempuna oleh-Nya.

Untuk itu, kita yang telah dihadirkan didalam dunia ini yang kemudian mengerti hakikat dalam makna hidup yang diberikan oleh kita, maka akan sewajarnya jika wajib bagi kita untuk selalu taat, patuh dan juga berserah pada-Nya.

Kamis, 21 Februari 2019

# Serasa



Merasai dalam kehendak yang ikut mengadu
Yang ada didada yang terasa menggebu
Merdu bersama sahutan jiwa dalam mengadu
Yang ada didalam setiap rasa menyahdu

Baru serasa,
Tapak yang merasai dalam keindahan rasa
Berpijak tulus dan ikhlas bersama sejiwa
Mengingini serasa yang membersama
Mengikat indah bersama juga dalam taqwa 

Baru serasa,
Jadikan rasa itu terus ada tanpa hentinya
Menghujam menjadi hujjah didalam jiwa
Tuk membersama dalam keindahan-Nya
Bersama dalam ikatan rasa luar biasa  

# Merasai Rasa


Coba semua kita rasai, setiap rasa dalam segala denyut kehidupan kita, nafas kita yang mendayu indah masuk memberi oksigen kedalam seluruh tubuh kita, yang semua merupakan segala bentuk nafas panjang indah tersemat didalam relung dada, mendayu keindahan dalam rasa atas segala sesuatu yang dikehendak-Nya.

Coba kita rasai,  kesehatan yang hadir didalam hidup kita, memberi sebuah kenikmatan yang tiada tara, sehingga dalam keseharian kita dapat melakukan segala gerak gerik langkah sesuai dengan hati kita, dan sungguh mulia kita pada saat apa yang kita ingini dalam niatan berbuah dengan ridho-Nya yang selalu menyertai kita.

Coba kita rasai,  indahnya keluarga kita, sang bijaksana yang terhadir dalam kehidupan kita, indahnya ia dalam mengasuh, mendidik dan membesarkan kita, dengan cinta dan kasih sayangnya ia hadir dalam setiap kesedihan kita, ia hadir dalam segala kebahagiaan kita, sehingga wujud rasa indah tersebut patutulah kita jaga, sehingga patut untuk kita sebagai seorang anak darinya memberi rasa yang juga indah membahagia untuk nya pun di dunia ataupun di akhirat nantinya.
Coba rasai, dalam setiap hari paginya, saat mata terbangun dari lelap, mengambil wudhu untuk berserah pada-Nya serta rasa nikmat serasa muncul bersama kedamaian membelai jiwa, dibersamai juga oleh kemicau merdu burung sahut membersama dan tetesan embun angun membelai dedauanan, sesara nikmat teduh damai dibuat-Nya.

“Maka nikmat Allah yang mana, yang kita dustakan”

Satu lagi lembaran rasa untuk hidup kita, yang harusnya kita pahami untuk apa sehingga kita terlahirkan didunia, sehingga sejatinya kita teramanahkan untuk menapak langkah menuju kebaikan atas segala bentuk kehendak-Nya, memberi nilai sempurna atas segala rasa yang terlah teridhoi dalam kehidupan kita, serasa dengan prasangkan kita yang selalu harus selalu membaik kepada-Nya.
Menjadikan seorang hamba yang tertempa dengan baiknya, mengasah segala laku budi dan akhlaknya, sehingga ujung perjalanan kata taqwa ada didalam hati kita.

“ Karena sejatinya hidup kita, nafas kita, denyut jantung kita, dan segala bentuk keindahanya merupakan senandung karunia yang terukir dalam setiap kehedak dan takdir-Nya ”


Untuk itu, rasa syukur kita harus selalu terpupuk dengan baiknya, terjaga dengan indahnya, sehingga dalam bermakna merasai tapak kita akan membawa kebahagiaan hati dengan hati terteduh, terdekap merasai semua nikmat-Nya.

Fabiayialaa irobiikumaa tukadzibaan



Jumat, 15 Februari 2019

# Relung untukku

Senyuman yang bisa menghiasi hati
Yang selalu juga engkau beri
Terhiasi hingga kedalam relung hati
Hingga diri ini juga mengerti
Cinta yang engkau beri murni

Engkau adalah hangatku
Memelukmu akupun mampu
Selimuti dalam setiap hidupku
Hingga diripun tahu
Engaku pelindung diriku

Selasa, 12 Februari 2019

# Hingga waktu


Terdengar lirih lantunan
Memerdu dalam setiap untaian

Hingga waktu kan menjawab
Pertemuan ku dan dirimu

Hingga sampai kini 
Aku masih ada disini


Sabtu, 09 Februari 2019

# Menjadi bukti



Sungguh Indah ciptaan yang terhadirkan
Hal yang tak pernah terdengar dalam lamunan
Gemelegar terdengar merdu di dalam diri ini 
Hingga melamunkan rona merah yang ingini tuk dinanti

Engkau yang sunggu maha merajai
Yang dengan segala kehendak kan menjadi
Untuk menjadi bukti yang harus orang mengerti
Bahwa harusnya hanya kepada-Mu kan berbakti

Duhai hati,
Semoga engkau selalu mengerti
Tampak yang kini merasai untuk direnungi
Bahwa milik-Nyalah segalanya yang ada di hati


Kamis, 07 Februari 2019

#Merah melamun


Menghadir sapa untuk rasa dihati ini
Membuai dalam bingkai yang meluas terhampar
Rona yang tampak malu – malu mengiringi
Menghadirkan lamunan merah yang juga mempesona

Serasa rasa juga tertiup mesra
Menghinggap serasa pada hati terasa
Dijauhan sana juga terdengan gemelegar menyapa
Rona lamunan menjadi lebih pekat oleh kehadirnnya

lamunan itu,
Menjadi saksi oleh hadirnya yang sungguh tak disangka
yang akhirnya mengindahkan mesti sulit untuk dibayang
Merasai mesra dekapan lembut yang menghinggap tersapa

rona merah melamun itu,
saat menyingsing ia mengiring