Coba semua kita rasai, setiap rasa dalam segala
denyut kehidupan kita, nafas kita yang mendayu indah masuk memberi oksigen
kedalam seluruh tubuh kita, yang semua merupakan segala bentuk nafas panjang
indah tersemat didalam relung dada, mendayu keindahan dalam rasa atas segala
sesuatu yang dikehendak-Nya.
Coba kita rasai, kesehatan yang hadir didalam hidup kita,
memberi sebuah kenikmatan yang tiada tara, sehingga dalam keseharian kita dapat
melakukan segala gerak gerik langkah sesuai dengan hati kita, dan sungguh mulia
kita pada saat apa yang kita ingini dalam niatan berbuah dengan ridho-Nya yang
selalu menyertai kita.
Coba kita rasai, indahnya keluarga kita, sang bijaksana yang
terhadir dalam kehidupan kita, indahnya ia dalam mengasuh, mendidik dan
membesarkan kita, dengan cinta dan kasih sayangnya ia hadir dalam setiap
kesedihan kita, ia hadir dalam segala kebahagiaan kita, sehingga wujud rasa
indah tersebut patutulah kita jaga, sehingga patut untuk kita sebagai seorang
anak darinya memberi rasa yang juga indah membahagia untuk nya pun di dunia
ataupun di akhirat nantinya.
Coba rasai, dalam setiap hari paginya, saat
mata terbangun dari lelap, mengambil wudhu untuk berserah pada-Nya serta rasa
nikmat serasa muncul bersama kedamaian membelai jiwa, dibersamai juga oleh
kemicau merdu burung sahut membersama dan tetesan embun angun membelai
dedauanan, sesara nikmat teduh damai dibuat-Nya.
“Maka nikmat Allah yang mana, yang kita
dustakan”
Satu lagi lembaran rasa untuk hidup kita, yang
harusnya kita pahami untuk apa sehingga kita terlahirkan didunia, sehingga
sejatinya kita teramanahkan untuk menapak langkah menuju kebaikan atas segala
bentuk kehendak-Nya, memberi nilai sempurna atas segala rasa yang terlah
teridhoi dalam kehidupan kita, serasa dengan prasangkan kita yang selalu harus selalu
membaik kepada-Nya.
Menjadikan seorang hamba yang tertempa dengan
baiknya, mengasah segala laku budi dan akhlaknya, sehingga ujung perjalanan
kata taqwa ada didalam hati kita.
“ Karena sejatinya hidup kita, nafas kita,
denyut jantung kita, dan segala bentuk keindahanya merupakan senandung karunia
yang terukir dalam setiap kehedak dan takdir-Nya ”
Untuk itu, rasa syukur kita harus selalu
terpupuk dengan baiknya, terjaga dengan indahnya, sehingga dalam bermakna
merasai tapak kita akan membawa kebahagiaan hati dengan hati terteduh, terdekap
merasai semua nikmat-Nya.
“ Fabiayialaa irobiikumaa tukadzibaan ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar