KUAT MENJERAT

kokohnya sekuat tekad
memberi rasa menguat menjerat

Senin, 07 Maret 2016

# Khusuknya Do’amu


Diri ini tak menahu apa yang sering engkau panjatkan
Do'a yang terpanjatkan setelah engkau selesai menunaikan sholatmu
Diri ini yakini bahwa yang engkau panjatkan adalah yang terbaik untuk kami
Sampai teradang tetesan  air matamu meneteskan membasahi 
Apakah engkau lagi sedih ataukah lagi mensyukuri segala yang diberikan-Nya

Hati kecil ini selalu menahu
Firasat yang ada didalam sang hati
Diri ini yakin dalam setiap doamu penuh keikhlasan
Diri ini yakin dalam setiap hajatmu kau inginkan yang terbaik untuk kami
Demi keberkahan keluarga yang engkau bangun
Demi keselamatan dunia dan akhirat kami

Kami yang engkau miliki
keluarga kecil yang engkau bangun
Terimakasih atas segalanya...

Diri ini disini, hidup disini, berdiri disini, hingga sekarang seperti ini
Tidak lain karena juga Doamu.

Sekali lagi dengan segala cinta diri ini haturkan terimakasih


Untuk engkau

(Ibu, bapak)

(Terima kasih Bijaksana)

Sabtu, 05 Maret 2016

# Bersama Kapal-Mu


Berlaya mengarung bersama kapal-Mu
Berserah, 
Berdiam dan 
Berteduh dikapal-Mu
Mendekat mengarung untuk memuja-Mu

kini engkau yang maha agung menakdirkan
Nahkoda baru untuk mengarahkan
Mengarah, 
Bertindak dan 
Mempertanggung jawabkan
Segala bentuk warna serta arah mengarung bersama kehendak

Wahai engkau sang maha pemilik kapal
Nahkodamu yang masih meraba


Pantaskan .

Jumat, 04 Maret 2016

# Tak mampu sempurna

Sangatlah hebat sejati budinya
Sangatlah kuat kekar sejati jasmaninya
Sangatlah kokoh sejati ruhaninya

Panutan terbaik yang tak menyalahi aturan-Nya
Patokan terbaik yang untuk membaik kepada-Nya
Rujukan sempurna untuk manusia sempurna
Ruh, jiwa, raga berpaut padu bersatu dengan akhlaq mulia

Mencoba berperan memperbaiki menyempurna
Meraih indahnya laku sempurna
Berpijak, berjalan dengan bijaknya
Mendalami hidup yang tak hanya dunia

Mesti tak sesempurna baginda
Mesti tak sekokoh baginda
Mesti tak se tangguh baginda

Kuatkan, kokohkan, tangguhkan jiwa
Berlaku mencoba menyempurna

Mesti tak sesempurna sang baginda

Minggu, 28 Februari 2016

Cahaya Pelangi Iman


Terasa bergitu besar benak fikir jiwa ini meluapnya
Segala kenikmatan Sang Maha Agung yang memberikanya
Cahaya pelangi jiwa yang masih dengan rianya, menyapa

Hai,  Apa kabar iman ?

Rasa goyah didalam relung dada
Bak benturan yang begitu besar saat jiwa dan raga tak lagi senada
Kurasakan sakit dalam jiwa dan raga
Tapi tak mengapa Engakau masih memberikan kenikmatan syukur yang luar biasa

Kupandangi langit yang cerah di malam pertama penuh berkah begitu sahaja
Saat kumandang adzan isya’ terdengar menggema di telinga
Saat ini seruan bersyaf di masjid mengundangnya
Isyarat jiwa ini mencoba siap untuk memperbaiki keadaan iman yang sesungguhnya

Berkumpul melingkar diri ini melakukan bersama
Mencoba khusuk dalam membaca risalah-Nya
Untuk penambah jalan iman yang lebih sempurna
Bersama para insan sahaja dalam taqwa

Hai ... iman,


sekarang kamu disapa...

Sabtu, 27 Februari 2016

@ BIODATA BERCERITA






Hardika Abrianto, tersapa sebagai Dika,  laki - laki kelahiran Purbalingga, 19 Agustus 1993 yang tumbuh dan membesar di kota pinggiran timur jawa Tengah yang terkadang orang menyebut kota minyak. (Benar,  kota Blora namanya)Beragama islam dan terlahir dari keluarga berkecukupan dengan rasa Syukur dan merupakan anak ke 2 dari 2 bersaudara. Ia terlahir dari kedua orang tua dengan bapak Suhartono dan Ibu Sumiyatun yang dengan cintanya, do’a nya semua mengalir dengan kehendak-Nya (Terimakasih bijaksana).Ia beralamatkan asli dari Desa Jomblang Rt 02, Rw 03 berkecamatan Jepon, Berkabupaten Blora dan berprovinsi Jawa Tengah. Kini sementara berdomisili di yogyakarta tepatnya beralamat di Jl. SWK no 104, Asrama mahasiswa muslim, Berkelurahan di Condong Catur, berkecamatan Depok, Berkabupaten Sleman dan berprovinsi di daerah istimewa Yogyakarta.Sebagai seorang pembelajar di universitas pembangunan nasioanal “ Veteran” Yogyakarta berprodi Teknik Geologi angkatan 2011. Ia memiliki hobi membaca yang terkadang menulis sebagai pencurah kegundahannya. Ia juga aktiv diorganisasi keislaman di universitasnya, juga pernah sebagai ketua di jurusannya dan kini sebagai kepala nahkoda berlayar bersama kapal-Nya.Ia memiliki moto “Menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain”. Ia seorang periang dan bijaksana saat diwaktunya. Silahkan sapa ia, bersilaturahim bersama Hardika Abrianto di FB : hardika abrianto dan juga di No.Hape 085 727 15 48 46.Jazakallah .