Terasa
bergitu besar benak fikir jiwa ini meluapnya
Segala
kenikmatan Sang Maha Agung yang memberikanya
Cahaya pelangi
jiwa yang masih dengan rianya, menyapa
Hai, Apa kabar iman ?
Rasa
goyah didalam relung dada
Bak
benturan yang begitu besar saat jiwa dan raga tak lagi senada
Kurasakan
sakit dalam jiwa dan raga
Tapi tak
mengapa Engakau masih memberikan kenikmatan syukur yang luar biasa
Kupandangi
langit yang cerah di malam pertama penuh berkah begitu sahaja
Saat
kumandang adzan isya’ terdengar menggema di telinga
Saat ini
seruan bersyaf di masjid mengundangnya
Isyarat
jiwa ini mencoba siap untuk memperbaiki keadaan iman yang sesungguhnya
Berkumpul
melingkar diri ini melakukan bersama
Mencoba
khusuk dalam membaca risalah-Nya
Untuk
penambah jalan iman yang lebih sempurna
Bersama
para insan sahaja dalam taqwa
Hai ... iman,
sekarang kamu disapa...
good your book
BalasHapusmantappp jaya.. lanjutkan
BalasHapus